Minggu, 08 April 2018

Makalah Keputusan Bisnis Managemen




KEPUTUSAN BISNIS

Dosen pengampu :
YENI SEPTIANI

Dibuat oleh kelompok 3 :
1.      AKBARIA ( 171010551379 )
2.      CATUR SUCIARINI ( 171010550546 )
3.      HAIRA AZMI SHADEN ANJATI ( 171010550530 )
4.      MUKLIS DAHNILIA (171010550534)
5.      PRASETYA FACHREZY (171010550526)

Progam Studi Manajemen Universitas Pamulang Tahun Ajaran 2017/2018 (Genap)



BAB I
PENDAHULUAN
A.  DEFINISI
Keputusan adalah membuat pilihan di antara dua alternatif atau lebih. Pada dasarnya, orang-orang pada semua tingkatan dan di semua bidang organisasi membuat keputusan. Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat fatal. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.

B.   JENIS-JENIS

1.    Keputusan Pribadi
Keputusan pribadi merupakan keputusan yang diambil untuk kepentingan diri sendiri dan dilakukan secara perorangan.

2.    Keputusan Bersama
Keputusan bersama merupakan keputusan yang diambil berdasarkan kesepakatan bersama dan untuk kepentingan bersama. Keputusan bersama tidak boleh menguntungkan satu pihak dengan merugikan pihak lain.


C.  FAKTOR-FAKTOR

Faktor-faktor yang mempengaruhi dan tahap-tahap proses pengambilan keputusan adalah :

1.    Motif
Motif adalah latar belakang atau alasan mengapa keputusan itu di ambil.

2.    Tujuan dari sebuah keputusan (Visi dan Misi)
Faktor yang lebih penting lainnya adalah penerapan tujuan anda, mengapa anda harus mengambil keputusan itu. Tanpa tujuan, sebuah keputusan yang di ambil akan sia-sia dan ‘mubazir’ karena tidak ada arah yang jelas.

3.    Analisa untuk mencari penyebab masalah
Proses selanjutnya adalah menganalisa masalah untuk mencari faktor penyebab dan hal-hal yang bisa di ketahui lebih jelas.

4.    Menganalisa resiko yang ada
Proses penting yang menyertai analisa penyebab masalah adalah analisa resiko untuk mengetahui faktor akibat agar kita mengetahui apa saja risiko yang terjadi bila kita mengambil suatu keputusan untuk itu perlu di buat daftar sebab akibat dari beberapa alternatif keputusan.

5.    Mencari Alternatif pemecahan masalah yang bisa diambil
Alternatif pemecahan adalah soft decision atau keputusan awal dari sebuah keputusan akhir.

6.    Trial and research
Keputusan terkadang diambil dalam waktu singkat sekali, tetapi yang paling anda perhitungkan adalah konsekuensi-konsekuensi yang akan terjadi setelah keputusan itu diambil.

7.    Feedback atau input dari kejadian uji coba
Riset dan uji coba pasti mendapatkan pengalaman, informasi, hal penting, dan pengetahuan yang akan diambil sebagai umpan balik (feedback untuk di olah kembali sehingga akan di dapat informasi yang lebih akurat dalam rangka proses pengambilan keputusan akhir.

8.    Untuk merumuskan masalah dan mengambil kesimpulan.
Hasil informasi dari lapangan yang berupa feedback akan di gunakan dalam membuat alternatif keputusan atau Alternatif pemecahan konflik sebagai sebuah kesimpulan.

9.    Untuk mendapatkan keputusan akhir
Setelah didapat beberapa alternatif masalah dan alternatif keputusan maka yang harus di lakukan adalah membuat sekala prioritas dari berbagai alternatif pemecahan konflik yang di dasari oleh :

a.    Resiko atau dampak yang paling minimal
b.    Kedekatan dengan tujuan ( visi dan misi )
c.    Paling bisa di lakukan yang di sesuaikan dengan situasi,kondisi dan lingkungan yang ada.
Setelah di dapat urutan alternatif pemecahan konflik, maka kita bisa melakukan proses pengambilan keputusan.

10. Komunikasikan keputusan anda

Keputusan tidak ada arti nya bila tidak di komunikasikan kepada pihak lain yang terkait sehingga tidak terjadi kesalah pahaman dalam mempersepsikan sebuah keputusan.

D. TUJUAN

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan efisien.

E.   PROSES
Proses pengambilan keputusan meliputi :
a.    Identifikasi masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan masalah yang ada di dalam suatu organisasi.
b.    Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
c.    Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya. Cara pemecahan ini hendaknya selalu diusahakan adanya alternatif-alternatif beserta konsekuensinya, baik positif maupun negatif. Oleh sebab itu, seorang pimpinan harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-baiknya.
d.    Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan alternative yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya.
e.    Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain.
f.     Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat



BAB II
STUDI KASUS

A.   SEJARAH

Mahasiswa fakultas syariah dan hukum angkatan 2009 UIN Jakarta ini bernama Fikri Alamsyah. Dialah pemilik rumah makan ayam monyet yang sudah tidak asing lagi ditelinga mahasiswa/i UIN (Universitas Islam Negri) saat ini. Fikry Alamsyah atau yang biasa dipanggil Agung ini pada awalnya hanya meamplesetkan kata ayam penyet menjadi ayam monyet. “Awalnya cuma becanda memang, setiap mau makan siang, temen-temen selalu bilang mau makan ayam penyet, terus saya ngarang bilang saya mau makan ayam monyet.“ ucap Agung. Memulai usaha pada tahun 2012, Agung mengaku tidak memiliki modal. Uang yang digunakan untuk modal dikumpulkannya dari teman-temannya.

Berawal dari Niat “Mau buka usaha tapi tidak punya modal, yaudah saya niatin dulu.” Jelas pria kelahiran 14 Oktober 1988 ini. dengan modal dari 12 investor yang semuanya merupakan mahasiswa sekaligus temannya, Agung membuka rumah makan ayam monyet. Mengumpulkan modal dari teman-temannya memang tidak mudah ada saja yang kurang yakin bisnis rumah makan ayam monyet ini akan berhasil. Agung meyakinkan temannya bahwa usaha ini akan berhasl, kalau tidak uang mereka akan dikembalikan. Dalam kurun waktu satu bulan setengah Agung berhasil mengumpulkan modal 2,5 juta dari temannya.

Pria kelahiran brebes ini membuat sendiri sambel ayam monyet yang menjadi kegemaran. Agung mengaku otodidak dalam mengolah sambelnya, dari eksperimen mencicipi sambel dirumah makan lain. “Intinya saya membuka rumah makan ayam monyet itu dari niat dan tekad kemudian modalnya itu keberanian. Tukang bubur sulam aja bisa naik haji karena niat.” Tegas Agung.
Semakin kesini, pelanggan ayam monyet semakin bertambah. Dari yang awalnya hanya memproduksi 10 ekor ayam, sekarang sudah mencapai 70 ekor ayam setiap harinya. Agung meyakinkan bahwa yang makan di ayam monyet itu addict, karena sambelnya yang enak. “Bahkan terkadang suka ada yang hanya membeli sambelnya saja.” Jelas Agung.

Dengan konsep berani MERAH (Merah dan Mewah) Agung menegaskan bahwa pelanggan yang makan di ayam monyet bukan hanya mahasiswa saja, tetapi juga banyak dari kalangan masyarakat sekitar.


B.  HAMBATAN
Kisah sukses merintis rumah makan bukan berarti tidak menemui hambatan. bahkan saat mau mengontrak tempat usaha pun sempat ditolak oleh pemilik kontrakan karena tidak diizinkan membuka usaha rumah makan. Manajemen juga merupakan kendala yang harus dihadapi Agung terutama manajemen sumber daya manusia (SDM). “Kalau kita tidak mempunya manajemen yang kuat, kita tidak akan bisa maju,.” Jelas Agung. Dia juga mengajak teman-teman mahasiswa untuk bergabung dalam manajemen ayam monyet.
Agung mengaku tidak menemui hambatan modal apapun, karena banyaknya teman yang dimiliki Agung sehingga beliau bisa mengajak kerjasama investasi. Beliau juga mengajak teman-teman mahasiswanya untuk bergabung dalam manajemen ayam monyet.
C.  STRATEGI

Agung juga berusaha menjaga resep sambel yang dibuatnya, agar tetap enak dan rasanya tidak berubah sehingga pelanggan tetap akan berdatangan.Dalam waktu dekat rumah makan ayam monyet akan membuka cabang dideket kampus UPN (Universitas Pembangunan Internasional) dengan harga yang ditentukan akan mengikuti persaingan pasar.
Disamping itu pelayanan disini juga sangat baik, cukup memuaskan, para karyawan-karyawannya sangat ramah terhadap pengunjung dan fasilitasnya pun juga cukup baik dibandingkan dengan tempat-tempat makan yang lain. “Kalau soal harga disini gak perlu diragukan lagi karena menurut saya cukup lah sesuai untuk kantong mahasiswa dan mahasiswi UIN karena harganya tidak terlalu mahal karena satu porsi ayam monyet ini tersedia beberapa paket sesuai dengan keinginan pelanggan, salah satu paket yang paling digemari oleh saya dan teman-teman adalah paket yang pertama karena harga satu paket ini hanya 15.000 rupiah dan sudah termasuk dengan minum yang tak kalah penting adalah rasa nya pun juga enak, lezat, menggugah selera saya buat makan.

D.  PRINSIP
Bos anda tidak akan pernah membuat anda kaya. itulah prinsip Agung yang terus dipegang hingga dia memilih berwirausaha.

E.   ALASAN

Alasan Ayam Monyet (AMON) ingin mengembangkan usaha dikarenakan ingin dapat maju dan serta menjadi pengusaha yang sukses.



BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN

Dari penjelasan yang telah kami paparkan dalam makalah ini dapat kami simpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu tindakan yang sengaja, tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi suatu organisasi. Dimana pengambilan keputusan ini ditanggung dan diputuskan oleh pimpinan organisasi yang bersangkutan dan untuk menghasilkan keputusan yang baik itu sangat dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai permasalahan, inti masalah, penyelesaian masalah, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.

B.  SARAN
Sebelum melakukan pengambilan keputusan dalam berbisnis hendaknya kita dapat lebih memikirkan resiko yang akan terjadi setelah mengambil keputusan.
C.  DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
Kasim, Azhar. Teori Pembuatan  Keputusan. Jakarta:FE UI. 1995
Hendro.Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta:ERLANGGA.2003









D.  LAMPIRAN




Tidak ada komentar:

Posting Komentar