KEPUTUSAN
BISNIS
Dosen
pengampu :
YENI SEPTIANI
Dibuat
oleh kelompok 3 :
1. AKBARIA ( 171010551379 )
2. CATUR SUCIARINI ( 171010550546 )
3. HAIRA AZMI SHADEN ANJATI ( 171010550530 )
4. MUKLIS DAHNILIA (171010550534)
5. PRASETYA FACHREZY (171010550526)
Progam
Studi Manajemen Universitas Pamulang Tahun Ajaran 2017/2018 (Genap)
BAB I
PENDAHULUAN
A. DEFINISI
Keputusan adalah membuat
pilihan di antara dua alternatif atau lebih. Pada dasarnya, orang-orang pada
semua tingkatan dan di semua bidang organisasi membuat keputusan. Keputusan itu
sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat fatal. Jiwa kepemimpinan seseorang
itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan
yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat
diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang
harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian
ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.
B.
JENIS-JENIS
1.
Keputusan Pribadi
Keputusan pribadi merupakan keputusan yang diambil untuk kepentingan diri
sendiri dan dilakukan secara perorangan.
2.
Keputusan Bersama
Keputusan bersama merupakan keputusan yang diambil berdasarkan
kesepakatan bersama dan untuk kepentingan bersama. Keputusan bersama tidak boleh menguntungkan satu pihak
dengan merugikan pihak lain.
C. FAKTOR-FAKTOR
Faktor-faktor yang
mempengaruhi dan tahap-tahap proses pengambilan keputusan adalah :
1.
Motif
Motif adalah latar belakang atau alasan mengapa keputusan
itu di ambil.
2.
Tujuan dari sebuah keputusan (Visi dan Misi)
Faktor yang lebih penting lainnya adalah penerapan tujuan
anda, mengapa anda harus mengambil keputusan itu. Tanpa tujuan, sebuah
keputusan yang di ambil akan sia-sia dan ‘mubazir’ karena tidak ada arah yang
jelas.
3.
Analisa untuk mencari penyebab masalah
Proses selanjutnya adalah menganalisa masalah untuk mencari
faktor penyebab dan hal-hal yang bisa di ketahui lebih jelas.
4.
Menganalisa resiko yang ada
Proses penting yang menyertai analisa penyebab masalah
adalah analisa resiko untuk mengetahui faktor akibat agar kita mengetahui apa
saja risiko yang terjadi bila kita mengambil suatu keputusan untuk itu perlu di
buat daftar sebab akibat dari beberapa alternatif keputusan.
5.
Mencari Alternatif pemecahan masalah yang bisa
diambil
Alternatif pemecahan adalah soft decision atau keputusan awal dari sebuah keputusan akhir.
6.
Trial and research
Keputusan terkadang diambil dalam waktu singkat sekali,
tetapi yang paling anda perhitungkan adalah konsekuensi-konsekuensi yang akan
terjadi setelah keputusan itu diambil.
7.
Feedback atau input dari kejadian uji coba
Riset dan uji coba pasti mendapatkan pengalaman, informasi,
hal penting, dan pengetahuan yang akan diambil sebagai umpan balik (feedback
untuk di olah kembali sehingga akan di dapat informasi yang lebih akurat dalam
rangka proses pengambilan keputusan akhir.
8.
Untuk merumuskan masalah dan mengambil
kesimpulan.
Hasil informasi dari lapangan yang berupa feedback akan di
gunakan dalam membuat alternatif keputusan atau Alternatif pemecahan konflik
sebagai sebuah kesimpulan.
9.
Untuk mendapatkan keputusan akhir
Setelah didapat beberapa alternatif masalah dan alternatif
keputusan maka yang harus di lakukan adalah membuat sekala prioritas dari
berbagai alternatif pemecahan konflik yang di dasari oleh :
a. Resiko atau dampak yang paling minimal
b. Kedekatan dengan tujuan ( visi dan misi )
c. Paling bisa di lakukan yang di sesuaikan dengan
situasi,kondisi dan lingkungan yang ada.
Setelah di dapat urutan
alternatif pemecahan konflik, maka kita bisa melakukan proses pengambilan
keputusan.
10. Komunikasikan
keputusan anda
Keputusan tidak ada arti nya bila tidak di komunikasikan
kepada pihak lain yang terkait sehingga tidak terjadi kesalah pahaman dalam
mempersepsikan sebuah keputusan.
D. TUJUAN
Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya
yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan
dapat dicapai dengan mudah dan efisien.
E.
PROSES
Proses
pengambilan keputusan meliputi :
a. Identifikasi
masalah
Dalam
hal ini pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan masalah yang ada di
dalam suatu organisasi.
b. Pengumpulan
dan penganalisis data
Pemimpin
diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu
memecahkan masalah yang ada.
c. Pembuatan
alternatif-alternatif kebijakan
Setelah
masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara
pemecahannya. Cara pemecahan ini hendaknya selalu diusahakan adanya
alternatif-alternatif beserta konsekuensinya, baik positif maupun negatif. Oleh
sebab itu, seorang pimpinan harus dapat mengadakan perkiraan sebaik-baiknya.
d. Pemilihan
salah satu alternatif terbaik
Pemilihan
satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu
dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan
satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan
alternative yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya.
e. Pelaksanaan
keputusan
Dalam
pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak yang
positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga
mempunyai alternatif yang lain.
f. Pemantauan
dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan
seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat
BAB II
STUDI
KASUS
A. SEJARAH
Mahasiswa fakultas syariah dan
hukum angkatan 2009 UIN Jakarta ini bernama Fikri
Alamsyah. Dialah pemilik rumah makan ayam monyet yang sudah tidak asing
lagi ditelinga mahasiswa/i UIN (Universitas Islam Negri) saat ini. Fikry
Alamsyah atau yang biasa dipanggil Agung ini pada awalnya hanya meamplesetkan
kata ayam penyet menjadi ayam monyet. “Awalnya cuma becanda memang, setiap mau
makan siang, temen-temen selalu bilang mau makan ayam penyet, terus saya
ngarang bilang saya mau makan ayam monyet.“ ucap Agung. Memulai usaha pada
tahun 2012, Agung mengaku tidak
memiliki modal. Uang yang digunakan untuk modal dikumpulkannya dari
teman-temannya.
Berawal dari Niat “Mau buka usaha tapi tidak punya modal, yaudah saya niatin
dulu.” Jelas pria kelahiran 14 Oktober 1988 ini. dengan modal dari 12 investor
yang semuanya merupakan mahasiswa sekaligus temannya, Agung membuka rumah makan
ayam monyet. Mengumpulkan modal dari teman-temannya memang tidak mudah ada saja
yang kurang yakin bisnis rumah makan ayam monyet ini akan berhasil. Agung
meyakinkan temannya bahwa usaha ini akan berhasl, kalau tidak uang mereka akan
dikembalikan. Dalam kurun waktu satu bulan setengah Agung berhasil mengumpulkan
modal 2,5 juta dari temannya.
Pria kelahiran brebes ini membuat sendiri
sambel ayam monyet yang menjadi kegemaran. Agung mengaku otodidak dalam
mengolah sambelnya, dari eksperimen mencicipi sambel dirumah makan lain.
“Intinya saya membuka rumah makan ayam monyet itu dari niat dan tekad kemudian
modalnya itu keberanian. Tukang bubur sulam aja bisa naik haji karena niat.”
Tegas Agung.
Semakin
kesini, pelanggan ayam monyet semakin bertambah. Dari yang awalnya hanya
memproduksi 10 ekor ayam, sekarang sudah mencapai 70 ekor ayam setiap harinya.
Agung meyakinkan bahwa yang makan di ayam monyet itu addict, karena sambelnya
yang enak. “Bahkan terkadang suka ada yang hanya membeli sambelnya saja.” Jelas
Agung.
Dengan konsep berani MERAH (Merah dan Mewah) Agung
menegaskan bahwa pelanggan yang makan di ayam monyet bukan hanya mahasiswa
saja, tetapi juga banyak dari kalangan masyarakat sekitar.
B. HAMBATAN
Kisah sukses merintis rumah
makan bukan berarti tidak menemui hambatan. bahkan saat mau mengontrak tempat
usaha pun sempat ditolak oleh pemilik kontrakan karena tidak diizinkan membuka
usaha rumah makan. Manajemen juga merupakan kendala yang harus dihadapi Agung
terutama manajemen sumber daya manusia (SDM). “Kalau kita tidak mempunya
manajemen yang kuat, kita tidak akan bisa maju,.” Jelas Agung. Dia juga
mengajak teman-teman mahasiswa untuk bergabung dalam manajemen ayam monyet.
Agung mengaku tidak menemui
hambatan modal apapun, karena banyaknya teman yang dimiliki Agung sehingga
beliau bisa mengajak kerjasama investasi. Beliau juga mengajak teman-teman
mahasiswanya untuk bergabung dalam manajemen ayam monyet.
C. STRATEGI
Agung juga berusaha menjaga
resep sambel yang dibuatnya, agar tetap enak dan rasanya tidak berubah sehingga
pelanggan tetap akan berdatangan.Dalam waktu dekat rumah makan ayam monyet akan
membuka cabang dideket kampus UPN (Universitas Pembangunan Internasional)
dengan harga yang ditentukan akan mengikuti persaingan pasar.
Disamping
itu pelayanan disini juga sangat baik, cukup memuaskan, para
karyawan-karyawannya sangat ramah terhadap pengunjung dan fasilitasnya pun juga
cukup baik dibandingkan dengan tempat-tempat makan yang lain. “Kalau soal harga
disini gak perlu diragukan lagi karena menurut saya cukup lah sesuai untuk
kantong mahasiswa dan mahasiswi UIN karena harganya tidak terlalu mahal karena
satu porsi ayam monyet ini tersedia beberapa paket sesuai dengan keinginan
pelanggan, salah satu paket yang paling digemari oleh saya dan teman-teman
adalah paket yang pertama karena harga satu paket ini hanya 15.000 rupiah dan
sudah termasuk dengan minum yang tak kalah penting adalah rasa nya pun juga
enak, lezat, menggugah selera saya buat makan.
D. PRINSIP
Bos anda
tidak akan pernah membuat anda kaya. itulah prinsip Agung yang terus dipegang
hingga dia memilih berwirausaha.
E. ALASAN
Alasan Ayam Monyet (AMON)
ingin mengembangkan usaha dikarenakan ingin dapat maju dan serta menjadi
pengusaha yang sukses.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari penjelasan yang telah kami paparkan dalam makalah ini
dapat kami simpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu tindakan yang
sengaja, tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam rangka
memecahkan masalah yang dihadapi suatu organisasi. Dimana pengambilan keputusan
ini ditanggung dan diputuskan oleh pimpinan organisasi yang bersangkutan dan
untuk menghasilkan keputusan yang baik itu sangat dibutuhkan informasi yang
lengkap mengenai permasalahan, inti masalah, penyelesaian masalah, dan
konsekuensi dari keputusan yang diambil.
B. SARAN
Sebelum melakukan pengambilan
keputusan dalam berbisnis hendaknya kita dapat lebih memikirkan resiko yang
akan terjadi setelah mengambil keputusan.
C. DAFTAR
PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
Kasim, Azhar. Teori Pembuatan Keputusan. Jakarta:FE UI. 1995
Hendro.Dasar-dasar Kewirausahaan.
Jakarta:ERLANGGA.2003